Sabtu, 26 Juni 2010

Mozaik Film Solo Sebelah Mata


o
Cuplikan film Solo Sebelah Mata ini menampilkan awal perjalanan para mahasiswa dan mahasiswi Universitas Diponegoro Semarang yang akan melakukan tugas survey wilayah studi di tempat-tempat menarik dan dikenal baik di mata dunia.

Dalam film ini seorang mahasiswi bernama Sonia memberi kabar pada grup surveynya bahwa Solo telah menjadi kota berkelas dunia. Kabar itu diterima dengan baik oleh teman-temannya bahkan Erfandi, Sang Ketua kelompok, mengusulkan survey wilayah studi di Solo untuk riset lebih lanjut. Angga, Ugra, Santi, dan Sonia menerima tawaran Erfandi dengan antusias. Akan tetapi Astri tidak menginginkannya, dia menganggap jarak Semarang-Solo jauh. Dari situ Ugra Sang Petualang, menawarkan solusi pada teman-temannya...penasaran? Ikuti film Solo Sebelah Mata.

Behind The Scene of "Solo Sebelah Mata"



Sedikit gambaran di balik layar selama proses pengambilan gambar.
Gambar ini kami ambil saat di Jalan Slamet Riyadi yang berada di dekat landmark Kota Solo yaitu Gapura Keraton Kasunanan. Inilah awal dari lembaran perjuangan kami.

Kamis, 24 Juni 2010

Sejuta Pesona Indonesia


Banner ini menampilkan cuplikan bangunan-bangunan bersejarah dan kebudayaan masyarakat Kota Solo.

Karya seni atau desain grafis banner yang kami buat berkomposisi gambar-gambar wisata yang merefleksikan wujud Kota Solo dan karya seni ini nantinya akan ditampilkan dalam bentuk banner berukuran 60x160cm dengan warna-warna kontras, kuat, dan warna kuning siluet pada wayang kulit menonjolkan kuatnya aura Budaya Jawa di Kota Solo. Banner ini berfungsi menyampaikan informasi atau pesan kepada khlayak umum, khususnya para turis domestik dan mancanegara.

Selasa, 15 Juni 2010

Laporan Skenario Film Solo Sebelah Mata

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Dalam mata kuliah teknik komunikasi, mahasiswa diberikan tugas besar secara berkelompok berupa pembuatan film, poster, website, dan buku laporan konsep design. Hasil dari karya-karya tersebut kemudian akan dipresentasikan pada akhir masa perkuliahan.
Tema yang diambil oleh kelompok kami adalah World Class City. Tujuan dari pembuatan film ini adalah untuk mempernalkan potensi Kota Solo kepada masyarakat luas. Setting dari film ini sendiri bertempat di Kota Solo khususnya di objek-objek wisata.
Fenomena masa kini masyarakat Indonesia lebih memilih berwisata ke luar negeri dibandingkan di dalam negeri, padahal di tanah air Indonesia sendiri memiliki objek wisata berkelas dunia yang diminati oleh turis domestik maupun mancanegara. Contohnya kota Solo. Oleh karena itu, sangat disayangkan apabila masyarakat Indonesia tidak mengoptimalkan tempat wisata dan tidak melestarikan dengan baik. Kita sebagai bangsa Indonesia bersama-sama mewujudkan kelestarian tempat-tempat wisata seperti Keraton Kasunanan, Istana Mangkunegaran, Taman Balekambang dan Night Market.

Keraton Surakarta atau lengkapnya dalam bahasa Jawa disebut Karaton Surakarta Hadiningrat adalah istana Kasunanan Surakarta. Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono II (Sunan PB II) pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan 1743. Istana terakhir Kerajaan Mataram didirikan di desa Sala (Solo), sebuah pelabuhan kecil di tepi barat Bengawan (sungai) Beton/Sala. Setelah resmi istana Kerajaan Mataram selesai dibangun, nama desa itu diubah menjadi Surakarta Hadiningrat. Istana ini pula menjadi saksi bisu penyerahan kedaulatan Kerajaan Mataram oleh Sunan PB II kepada VOC di tahun 1749. Setelah Perjanjian Giyanti tahun 1755, keraton ini kemudian dijadikan istana resmi bagi Kasunanan Surakarta.


Istana Mangkunegaran terletak di pusat kota Solo, diantara Jalan Ronggo Warsito, Jalan Kartini, Jalan Siswa dan Jalan Teuku Umar. Konstruksi Puro ditanggal ulang pada tahun 1757 oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (K.G.P.A.A) - Mangkoenagoro I (1757-1795). Mangkunegaran pertama-tama didirikan setelah pertarungan pahit keluarganya dengan V.O.C Belanda (East India Company). Istana Mangkunegaran adalah tempat penyimpanan kesenian dan budaya yang lain. Tanah milik kerajaan itu diisi banyak harta pusaka yang tak ternilai dan koleksi yang sangat indah, sebagian besar berasal dari Majapahit (1293 - 1478) dan Mataram (1586 - 1755) masa kekaisaran, tarian topeng klasik, wayang orang (tarian drama), pakaian, wayang kulit dan wayang kayu, patung-patung religius, perhiasan dan benda-benda antik serta pusaka- pusaka yang tidak terhitung nilainya. Istana ini terdiri atas dua bagian utama, yaitu Pendopo ( Balairung Istana, tempat menerima tamu ) dan Dalem ( Balairung Utama ) yang dikelilingi oleh tempat tinggal para keluarga Raja. Bagian timur, disebut Bale Peni, digunakan untuk tempat tinggal putra / pangeran. Bagian barat dinamakan Bale Warni, digunakan untuk tempat tinggal putri - putri. Di dalam tempat istana yang sangat indah ini juga terdapat perpustakaan Reksopustoko, dimana naskah yang jarang didapat, keagamaan dan filsafat ditulis dalam gaya tulisan Jawa.


Taman Balekambang merupakan taman yang terletak di Jl. Ahmad Yani ini dahulu bernama Pratinah Bosch dan dibangun oleh kerabat Mangkunegaran. Kemudian dinamakan Bale Kambang, karena di taman tersebut terdapat sebuah kolam ikan dan kolam renang yang di tengahnya terdapat rumah istirahat yang nyaman, dan dikelilingi kebun bunga yang sangat indah.


Ngarsopuro nightmarket diresmikan pada Hari Selasa, 16 Februari 2009 di Jalan Diponegoro. Ngarsopuro Night Market berkonsep seperti Galabo ( gladak Langen Bogan) tetapi barang yang dijual bukan makanan tetapi non makanan seperti handycraft, Souvernir, Garmen, Makanan kering hasil produksi dari UKM ( Usaha Kecil Menengah). Fasilitas yang disediakan antara lain tenda, meja dan seragam. Untuk tenda mampu menampung 4 pedagang, sedangkan Night Market Ngarsoporo mampu menampung maksimal 86 tenda, sehingga pedagang yang mampu ditampung sebanyak 344 pedagang. Untuk keperluan softlauncing hanya disediakan 70 tenda. Proses seleksi para pedagang yang ingin berdagang dipasar tersebut haruslah ber KTP Solo.


1.2 Tujuan dan Sasaran
Tujuan dari pembuatan poster, skenario, dan website memperkenalkan potensi Kota Solo sebagai salah satu kota berkelas dunia atau World Class City.

Untuk memperoleh tujuan tersebut diatas, sasaran yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
• Mencari dan mengumpulkan informasi mengenai Kota Solo dari berbagai media.
• Melakukan pengamatan langsung ke Kota Solo.
• Mengolah dan menyajikan data dengan menggunakan beberapa perangkat lunak yang mendukung dalam pembuatan tugas Teknik Komunikasi ini.
• Mengekspesikan hasil pengamatan dalam bentuk berupa poster, website, dan film.
• Mengkomunikasikan produk akhir agar dapat memberikan kesan bagi siapa saja yang melihat produk akhir kami

1.3 Ruang Lingkup
Ruang lingkup materi dan penyusunan laporan ini adalah sebagai berikut:
• Gambaran tentang kondisi dan tempat-tempat di Kota Solo yang berpotensi menjadi “World Class City”.
• Langkah kerja pembuatan poster, website, dan film.

1.4 Rincian Anggota Kelompok
Kelompok kami terdiri dari sembilan anggota. Untuk menyelesaikan tugas besar mata kuliah Teknik Komunikasi ini, kelompok kami dibagi menjadi 4 penanggung jawab atas masing-masing tugas.

Berikut pembagian tugas kelompok kami:


1. Penanggung jawab skenario:

a. Nursanti A. (L2D 009 072)
b. Astri Purnama D. (L2D 009 108)

2. Penanggung jawab poster:

a. Ugra Hutama S. (L2D 009 098)
b. Hanny Ainur R. (L2D 009 124)

3. Penanggung jawab website:

a. Sonia Vianitya K. (L2D 009 042)
b. Ratna Listyaningtyas (L2D 009 056)

4. Penanggung jawab dokumen audio visual:

a. Angga Dwisapta A. (L2D 009 100)
b. Erfandy Yoga P. (L2D 009 100)

Lampiran Kontribusi Tiap Anggota Kelompok:
Erfandy Yoga P.
1. Membuat skenario
2. Menentukan karakter pemeran
3. Membuat banner
4. Membuat presentasi
5. Editor film

Ratna Listyaningtyas
1. Membuat laporan
2. Membuat sinopsis
3. Kameramen

Angga Dwisapta A.
1. Membuat skenario
2. Menentukan karakter pemeran
3. Membuat banner
4. Kameramen dan editor fim

Astri Purnama D.
1. Membuat laporan
2. Membuat skenario
3. Membuat sinopsis
4. Membuat presentasi

Ugra Hutama S.
1. Membuat skenario
2. Membuat website
3. Membuat banner
4. Membuat blog dan kameramen

Nursanti A.
1. Membuat laporan
2. Membuat sinopsis
3. Mengurus penerbitan banner
4. Membuat blog

Sonia Vianitya Kusuma
1. Menentukan lokasi syuting
2. Membuat laporan dan presentasi
3. Membuat sinopsis dan skenario
4. Mengatur accesoris dan foto-foto blog

Hanny Ainur R.
1. Kameramen

Diketahui,

Toni
Kormat


BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Teori Dasar Komunikasi
Menurut beberapa pakar perencanaan, komunikasi merupakan salah satu modal dasar interaksi dalam proses pembangunan. Oleh karena itu, mahasiswa dari jurusan perencanaan perlu mendapatkan mata kuliah teknik komunikasi.

Teknik komunikasi sendiri adalah mata kuliah yang mempelajari prinsip, metode, dan praktik komunikasi. Mata kuliah teknik komunikasi berfungsi untuk melatih calon planner agar lancar dalam berkomunikasi untuk mempermudah proses perencanaan.
Jenis media komunikasi ada beberapa macam antara lain media cetak, media visual, media audio, dan media audio-visual.

2. 1.1 Teori Dasar
Solo merupakan salah satu tujuan wisata baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Solo memiliki berbagai macam tempat wisata di antaranya Keraton Kasunanan, Istana Mangkunegaran, Taman Balekambang, dan Night Market.

Definisi Genre, Sinopsis, dan Skenario
Genre adalah sebuah metode Identifiksasi untuk menentukan Jenis/tipe dari film. Jenis-jenisnya antara lain action, adventure, comedy crime/gangster, drama epic/historical, horor musical, scient fiction, war
Sinopsis merupakan suatu cara yang efektif untuk menyajikan cerita yang panjang dalam bentuk yang singkat.
Alur adalah rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin dengan seksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian; jalinan peristiwa dalam karya sastra untuk mencapai efek tertentu (pautannya dapat diwujudkan oleh hubungan temporal atau waktu dan oleh hubungan kausal atau sebab-akibat).
Skenario adalah Adalah garis besar alur film yang diturunkan dari NASKAH FILM.

Bagian dari Skenario

Opening (pembuka) adalah prolog film yang berisi gambaran ringkas isi film atau gambaran fenomenal yang akan membuahkan pertanyaan bagi penonton dan dijawab pada bagian main (utama). Pada bagian pembuka ini juga ditampilkan Judul, Penulis Naskah, Penulis Skenario, Editor, Produser, Narasumber, dan Host.
Bagian Utama (Main) adalah isi film sebenarnya sehingga 100 % harus mengacu pada substansi NASKAH, tetapi dengan alur dan pembabakan substansi yang disesuaikan dengan aspek psikologis penonton, estetika, eksotika, serta pembobotan kualitas visual.
Bagian penutup (ending) pada prinsipnya sudah tidak terkait dengan aliran film, tetapi merupakan durasi yang khusus disediakan untuk menampung informasi teknis pembuatan film, seperti ucapan terima kasih, Tim Riset, sumber ilustarsi musik, Tim Perekaman, kontributor foto / video, Tim Teknis Grafis, Hak Cipta dan tahun pembuatan, dsb.

Prinsip-prinsip design grafis :

a. Keseimbangan (Balance) Simetris, Asimetris, atau radial.
b. Irama (Rhythm) Normal, Mengalir, atau progresive (berproses).
c. Skala & Proportion Jauh/lepas, sedang, atau dekat/intim.
d. Fokus (Dominance) Hirarki atau Contras
e. Kesatuan (Unity) Kedekatan, keselarasan, Similirity & perataan.

Komposisi warna

Warna adalah elemen penting dalam grafis desain atau desain grafis. Dalam ilmu seni rupa, warna bisa mewakili emosi dari karya grafis desain atau desain grafis tersebut sehingga pesan dari karya tersebut bisa lebih mudah diterima oleh audience.

Warna berpengaruh pada rasa dan estetika hingga merayap kedalam ungkapan perasaan mendalam hingga hampir semua ilmu yang dipelajari oleh manusia mengandung warna. Elemen warna dalam desain grafis mempunyai maknanya sendiri namun juga dipengaruhi oleh bidang keilmuan lainya dalam hal warna seperti bidang psikologi dan fengsui.


Sebagai bagian dari elemen tata rupa desain grafis, warna sangatlah penting memegang peranannya sebagai sarana untuk lebih mempertegas, memperkuat kesan/tujuan dari sebuah karya desain grafis. Disini saya akan memaparkan cara tercepat dalam memperoleh warna senada, harmoni dan tentunya meiliki estetika desain grafis yang sudah masuk dalam nirmana.


2.1.2 Teori Dasar Poster
Poster merupakan karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. Karena itu, poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat. Poster juga berfungsi untuk menyampaikan informasi atau pesan kepada khalayak.

2.1.3 Teori Dasar Website
Website merupakan suatu kumpulan halaman web, gambar, video atau segala asset digital yang di letakkan pada satu atau lebih web server. Walaupun hanya mempunyai satu halaman web bisa dikatakan website. Dengan website kita dapat menyalurkan hobi yang dimiliki, menunjukkan karya agar diketahui banyak orang seperti film, foto, poster dan image editing, dan sarana promosi yang bisa menjadi bahan promosi yang murah dan tak terbatas.

2.1.4 Teori Dasar Film
Film sebagai sarana nyata, gambar-hidup, juga sering disebut movie. Film, secara kolektif, sering disebut ‘sinema‘. Gambar-hidup adalah bentuk seni, bentuk populer dari hiburan, dan juga bisnis. Film dihasilkan dengan rekaman dari orang dan benda (termasuk fantasi dan figur palsu) dengan kamera, dan/atau oleh animasi.

2.2 Media Peralatan, Software, dan Situs

2.2.1 Media Peralatan
 Komputer dan Printer
Komputer digunakan untuk membuat laporan, skenario, poster, website, hdan film. Dengan komputer dapat memudahkan pengeditan bila diperlukan. Printer berfungsi mencetak hasil laporan, scenario, dan poster.
 Transportasi
Transportasi sebagai sarana menuju lokasi syuting.
 Handycam
Alat pengambilan gambar lokasi beserta pemerannya.
 Digital Camera
Pengambilan gambar untuk poster, website, dan beberapa potongan gambar pada film.

2.2.2 Software
 Microsoft Word
Program yang berfungsi untuk pembuatan laporan dan skenario.
 Microsoft Office Power Point
Program yang berfungsi untuk presentasi.
 CorelDraw X4
Program yang berfungsi untuk pembuatan, pengaturan efek dan pengeditan poster.
 Movie edit pro 2004 dan 2005
Program yang berfungsi dalam pembuatan, pengeditan, penggabungan film dan menambah efek pada gambar dan juga lagu.
 U Lead corel video studio 12
Program yang berfungsi dalam pembuatan dan pengeditan film terutama pada pemotongan gambar.

2.2.3 Situs
 Blogspot
Situs ini berfungsi untuk pembuatan dan mendesign website.
 Youtube
Situs ini berfungsi untuk memasukan video.


BAB III
Solo Sebelah Mata

3.1 Rancangan Design Poster
Kepopuleran Solo Sebelah Mata telah menjadikan daya tarik tersendiri. Keraton Kasunanan dan Istana Mangkunegaran telah banyak dikenal oleh masyarakat luas dari turis domestik hingga mancanegara. Dengan latar belakang gambar wayang kulit menjadi khas kebudayaan jawa dan gambar gunungan yang berarti pembuka kami buat sebagai simbol selamat datang di Kota Solo
Poster ini bertujuan untuk mengenalkan potensi Solo Sebelah Mata yaitu Keraton Kasunanan dan Istana Mangkunegaran dengan didukung oleh Night Market sebagai tempat berbelanja di Indonesia serta Taman Balekambang salah satu taman bersejarah milik Istana Mangkunegaran.

3.2 Rancangan Design Website
Nama website kami adalah www.kelompok9joss.blogspot.com
Dengan media website dapat memudahkan untuk memperkenalkan kota Solo kepada khalayak umum.

Isi dari website sebagai berikut :

1. Tampilan gambar Keraton Kasunanan, Istana Mangkunegaran, Taman Balekambang, dan Night Market disertai deskripsi.
2. Tampilan desain banner berkaitan dengan tema yang diangkat.
3. Tampilan film drama yang mengisahkan para mahasisiwa memperkenalkan dan mengajak berkunjung ke Solo.
4. Tampilan hyperlink dengan web lain yang dapat menambah wawasan tentang Kota Solo.
5. Tampilan profil anggota kelompok 9 disertai foto-foto.
6. Tampilan shoutmix, freedjit, dan hit counter untk mengetahui asal dan jumlah pengunjung.

3.3 Rancangan Skenario Film
3.3.1 Bentuk skenario
Bentuk Skenario film ini adalah naratif. Adegan-adegan dari film ini diperankan masing-masing tokoh.

3.3.2 Penulisan Naskah
a. Target Pemirsa dan tujuan pembuatan film
Pembuatan film ini memiliki tujuan memperkenalkan kota Solo sebagai salah satu kota berkelas dunia atau world class city. Target film ini adalah turis domestik dan mancanegara.
b. Tema dan ide pokok
Tema dari film ini adalah world class city, sedangkan judul
“ Solo Sebelah Mata “.

3.3.3 Pembuatan Sinopsis
a. Sinopsis umum dan tema cerita
Sekarang ini masyarakat Indonesia lebih memilih liburan di luar negeri dibandingkan di dalam negeri, padahal di tanah air indonesia sendiri memiliki objek wisata berkelas dunia yang diminati oleh turis mancanegara. Contohnya Kota Solo. Sekelompok anak muda berniat memperkenalkan objek wisata yang ada di Kota Solo pada masyarakat bahwa Solo memiliki daya tarik yang kuat.

b. Sinopsis per episode
Film yang kami buat terdiri dari 4 episode. Episode pertama bercerita tentang rencana anak muda untuk berlibur. Episode kedua menceritakan tentang aktivitas yang dilakukan anak-anak tersebut. Episode ketiga bercerita tentang perjuangan anak-anak tersebut dalam misinya memperkenalkan Kota Solo sebagai world class city.

c. Penokohan
Sonia : Sutradara, mahasiswi
Hanny : Guide Keraton kasunanan
Tyas : Guide Istana Mangkunegaran
Angga : Mahasiswa
Ugra : Mahasiswa
Astri : Mahasiswi
Santi : Mahasiswi
Fandy : Mahasiswa

d. Karaker Tokoh
Angga : Urakan, Humoris, Selalu memiliki ide gila
Santi : Cerdas
Ugra : Humoris, Solutif
Astri : Pesimis, Manja
Fandy : Urakan, pemarah
Tyas : Bersahabat
Hanny : Berwibawa
Sonia : Penyabar

e. Setting
Lokasi yang digunakan adalah Kota Semarang meliputi Kampus Perencanaan Wilayah dan Kota.
Kota Solo meliputi Keraton Kasunanan, Istana Mangkunegaran, Taman Balekambang, Night Market.


f. Skrip Film
Judul Film : Solo Sebelah Mata
Secene : 7
Cerita/skenario : Kelompok 9
Durasi : + 15 menit
Genre : Drama Komedi

SKENARIO

Opening

Gambar-gambar pembuka

Isi

Scene 1
Di hari yang cerah mahasiswa universitas ternama Universitas Diponegoro Semarang sedang bercengkerama. Mereka membicarakan tentang survey wilayah studi di Indonesia yang menarik dan dikenal baik di mata dunia.
Sonia : (Sambil berlari kecil menghampiri teman-temannya) “Assalamu’alaikum!”
Semua : (Serentak) ”Wa’alaikum salam!
Santi : “ada apa, nih? Buru-buru amat.”
Sonia : “Gimana ni tugas survey wilayah studi kita? Tadi aku lihat di berita kalo Solo sekarang udah mau jadi world class city.”
Angga : “world class city? Apaan tuh?”
Ugra : “apa aja boleeh.”
Semua : (tertawa semua), “hahaha.”
Sonia : “world class city itu kota yang berkelas dunia, maksudnya kota yang menarik di mata dunia. Begitu.”
Semua : “ooh, begituuuu...”
Fandy : “penasaran nih, gimana kalo kita pergi ke Solo?”
Semua : “setujuuu!!”
Astri : “yakin mau ke sana? Semarang ke Solo kan jauh, apalagi kita kan naik motor. Gapapa tuh? Mendingan ga usah deh.”
Ugra : “Alah, lemah amat sih. Aku punya sesuatu biar kita sampai ke sana dengan cepat.”

Scene 2
Setelah mereka mendapat kabar dari salah satu temannya tentang kondisi kota Solo yang sedang menuju perubahan menjadi World Class City para mahasiswa tersebut berencana untuk melakukan penjelajahan di berbagai tempat yang berpotensi mendukung kota tersebut menjadi World Class City.
Angga : “Gra, pintu ke mana saja punyamu sangat berguna.”
Ugra : “hha, jangan ditanya lah.”
Astri : “Keren banget pemandangannya.”
Semua : (serentak), “iyaaa...”
Fandy : “weh, ada tour guide tuh. Kita ke sana yuk.”
Santi : “permisi mas, kami dari Teknik Planologi Undip ingin bertanya-tanya tentang Kreraton Kasunan dan berkeliling sekitarnya.
Hanny : “okelah kalau begitu. Jadi, Keraton Kasunan………………………
Fandy : “suwi, kita langsung puter-puter aja. Ga usah buang-buang waktu.”
Astri : “ayuuk”

Scene 3
Beberapa saat kemudian…
Santi : “Subhanallah, keren banget ya teman-teman.”
Semua : “iyaaa...”
Fandy : “Ke mana lagi nih kita?”
Sonia : “sekarang kita ke Istana Mangkunegaran, malamnya ke Night Market yuk.”
Semua : “ayuuuk...”
Astri : “Istirahat dulu yuk.”
Fandy : “Manja banget sih kamu!”
Sonia : “Fandy jangan kasar gitu donk sama cewek.”
Santi : “Iya niy.”
Angga : “makasih ya udah mau mengantar kami keliling Keraton Kasunanan.”
Hanny : “ya mas sama-sama, hati-hati di jalan ya.”
Semua : “makasih mas.”

Scene 4
Tiba di Istana Mangkunegaran yang megah.
Sonia : “Alhamdulillah nyampek juga di Istana Mangkunegaran.”
Angga : “Iyaa..yak”
Fandy : “Eh tuh ada tour guide, cepetan kalian panggil, nanti keburu pergi lagi.”
Ugra : “Sabar napa. Permisi mbak?”
Ratna : “Ya mas, Ada yang bisa saya bantu?”
Ugra : “Begini mbak, kami minta tolong diantar berkeliling di Istana Mangkunegaran ini.”
Fandy : “Bisa kan mbak?”
Santi : “Iya mbak?”
Ratna : “Oooo...dengan senang hati.”
Fandy : “Wah ternyata bagus ya dalamnya, mempunyai nilai artistik yang tinggi.”
Sonia : “Iya bener banget”
Ratna : “Wah mas dan mbak paham juga ya sama nilai-nilai sejarah.”
Sonia : “ya dong mbak, kita sebagai mahasiswa kan juga harus mengerti hal-hal seperti ini.”
Ratna : “Saya senang mendengarnya, jarang ada anak muda senang dengan bangunan
bersejarah.”
Fandy : “Kalau begitu makasih ya mbak sudah mengantar kami melihat-lihat di sini.”
Ratna : “Ya sama mas, hati-hati ya di jalan”
Ugra : “Pasti mbak.”
Angga : “Yuk kita ke Night Market!”
Semua : “Ayuuuk...”
Angga : “Ga ngeluh lagi, Tri?”
Astri : “Ga dong, kalau ke Night Market jadinya bisa belanja, hehe.”
Fandy : “Huuh dasar cewek”
Santi : “Biarin aja lah.”
Ugra : “let’s go...”

Scene 5
Sesampainya di Night Market
Semua : “Wah...”
Santi : “Bagus ya tatanan tempatnya”
Fandy : “ Iya bener banget”
Angga : “Sapa yak yang menata semua ini?”
Fandy : “Pastinya planner yang handal lah.”
Astri : “Waktunya belanja”
Ugra : “Belanja aj dipikiran kamu!”
Astri : “Biarin”
Fandy : “Eh, Tri, kita ke Solo tu bukan untuk bersenang-senang, kita ke Solo untuk
mengemban misi”
Angga : “Apa lu kata? Kayak teroris aja punya misi.”
Santi : “Yee, si angga malah ngelawak, misi kita adalah mengeksplorasi potensi kota
Solo yang kemudian kita optimalkan potensi tersebut.”
Fandy, ugra, Angga, Astri : “ooo...”
Astri : “teman, pulang yuk. Lagian kita udah puas jalan-jalan hari ini.”
Ugra : “betul betul betul.”

Scene 6
Setelah melakukan penjelajahan di Kota Solo, mereka menyadari bahwa di Indonesia terdapat kota yang berkelas dunia dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia di mata dunia.
Santi : “teman-teman, seru ya jalan-jalan kita hari ini.”
Astri :” iya, selain itu kita juga mendapat pelajaran dari jalan-jalan ini.”
Ugra :” Ternyata kota Solo merupakan kota berkelas dunia. Buktinya, banyak turis
yang dateng ke Solo buat nikmatin pesona kota Budaya ini.”
Astri : “Makanya, sebagai Bangsa Indonesia kita harus bangga punya kota Solo dan
kita juga harus merawat dan melestarikan apa yang ada di kota ini.”
Fandy : “Lah terus tugas kita ke depan sebagai mahasiswa planologi itu apa?”
Ugra : “Apa aja boleeh...”
Angga : “Apa lu kata ???!!! Sebagai planner, kita harus memahami potensi apa saja
yang dimiliki suatu kota sehingga kita dapat mengoptimalkan potensi kota tersebut melalui perencanaan yang kita buat.”
Semua : “Setuju…”
Astri : “Kapan- kapan kita ke Solo rame-rame yuk...”
Santi : “Oya benar, gimana kalo kita studi tour ke Solo aja?”
Sonia : “wah, suatu ide yang bagus, San.”
Astri : “tapi anak-anak apa mau?”
Ugra : “dicoba dululah!! Kan kita punya provokator handal!!”
(Semua melirik pada Angga)
Angga : “Kenapa kalian? Koq ngeliatnya ke aku sih??”
Fandy : “halah, jangan sok pura-pura gitulah...”
Ugra : “Iya nih, julukan provokatormu tu udah terkenal seantero...”
Fandy : “hahaha...lebay banget sih!”
Santi : “emang kenyataannya gitu kali...”
Angga : “ah sialan kalian...”
Astri : “ Ayo pulang, tugas udah menanti di kampus nih”
Ugra : “yah, Tugas lagi... cape deh”
Santi : “Namanya juga anak Plano...”
Astri : “Ya udah yuk! Kita ngerjain tugas...”
Fandy : “A..yuk!”
Angga : “Eh tunggu dulu, kita belum diskusiin gimana kita mengutarakan pendapat kita tentang studi tour itu? ”
Ugra : “ya kan kamu yang mau bilangin itu ke anak-anak. Kamu pikir sendirilah...”
Sonia : “Ya sekali-kali buktiin dong julukanmu sebagai provokator tu di depan kita-kita”
Ugra : “yuk cabut.”
(semuanya pergi kecuali Angga)
Angga : “Aku lagi... aku lagi...” (sambil menggelengkan kepala)

Scene 7
Keesokkan harinya di kampus planologi, Angga benar-benar membuktikan keahliannya sebagai provokator.
Angga : “Hei temen-temen gimana kalau studi tour kita ke Solo, di beberapa tempat di Solokan udah terkenal sedunia, makanya selain kita tour kita bisa sedikit-sedikit mengenal daerah khas di Indonesia, Setuju…?”
Sekelas : “Setuju!”
Closing
Berupa gambar-gambar di balik layar beserta pemainnya. Ucapan terimakasih kepada yang telah membantu proses pembuatan tugas kelompok9.


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan dan Saran


4.1.1 Kesimpulan

Dalam proses pembuatan skenario, poster, film, website yang kami buat tentunya terdapat rintangan dalam pembuatan tugas. Mulai dari ide pembuatan sinopsis, scenario, penentuan lokasi syuting, pelaksanaan syuting, hingga pembuatan film itu sendiri.
Semua hal ini membutuhkan pertimbangan bersama melalui musyawarah yang sering dilakukan kelompok kami agar terjalin kerjasama yang diharapkan dan kesatuan tujuan yang ingin dicapai. Juga keterbukaan setiap individu apabila memiliki ide dan gagasan demi kelancaran proses pembuatan tugas ini.

4.1.2 Saran
Sebaiknya ketika akan mendapat tema tentukan terlebih dahulu judul yang digunakan kemudian menentukan tempat yang sesuai untuk dijadikan lokasi syuting disertai pertimbangan potensi dan kendalanya ketika akan dilakukan pengambilan gambar. Untuk lebih mudahnya ambillah gambar yang berjarak relatif dekat pengambilan gambar satu dengan gambar lainnya agar lebih efektif dan efisien.
Lebih baik menggunakan surat tugas untuk lebih mudah mengambil gambar pada tempat-tempat bersejarah atau tempat yang membutuhkan lapor diri.


DAFTAR PUSTAKA

http://wisatasolo.com/wp/about-2/
http://wisatasolo.com/wp/2009/02/softlaunching-ngarsopuro-night-market/
http://www.surakarta.go.id/news/istana.mangkunegaran.html
http://tekomunikasi.blogspot.com/
http://dishubkominfo.tasikmalayakota.go.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=69
http://www.ahlidesain.com/trik-memilih-warna-untuk-karya-desain-grafis.html

Senin, 07 Juni 2010

Solo Sebelah Mata ( Unestimating Solo )

Menceritakan perjalanan sekumpulan Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Diponegoro di Kota Solo, yang dapat dijadikan referensi bagi anda ketika berlibur di kota Solo